MINIMALISASI SAMPAH ORGANIK RUMAH TANGGA MENJADI KOMPOS CAIR DENGAN APLIKASI PADA KEBUN SAYUR

Oleh : ( Hamsir Ahmad, Wahyuni Sahani, Budirman )

Dari tahun ke tahun, kebutuhan manusia terhadap sayur semakin meningkat, Banyak hal yang dapat dilakukan guna meningkatkan produktivitas sayuran, mulai dari perbaikan teknis budidaya sayuran hingga perlakuan pascapanen. Salah satu hal yang penting untuk diperhatikan dalam perbaikan teknik budidaya sayuran ialah ketersediaan hara yang cukup sebagai bahan makanan tanaman untuk tumbuh dan berkembang sehingga mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil Sayuran. Ketersediaan hara ini berkaitan dengan mineral-mineral yang disediakan oleh tanah ataupun media tanam.

Penggunaan pupuk organik cair diharapkan dapat memperbaiki kesuburan tanah sekaligus menyediakan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman Sayuran. Dari hal tersebut maka pada pengandian masyarakat kali ini kami ingin melihat Apakah pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos cair bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang tinggal di Kompleks Kampus Kesehatan Ligkungan, Apakah kompos cair yang dihasilkan bisa diaplikasikan pada tanaman sayur ataupun buah-buahan yang ditanam disekitar pemukiman masyarakat yang tinggal di Kompleks Kampus Kesehatan Lingkungan dengan metode Pemilahan sampah organik dan an-organik pada rumah tangga, Pembuatan kompos cair dari Sampah Organik Rumah Tangga. Pengabdian Masyarakat ini dilksanakan pada Februari-November 2016

Kegiatan dilakukan dengan melakukan sosialisasi mengenai komposter kepada warga RT 002 dan cara pembuatan serta jenis – jenis komposter. Kemudian dijelaskan pula dampak positif kompos bagi tanah dan bagi tanaman apabila dipupuk menggunakan kompos. Kemudian dijelaskan perbedaan penggunaan dan kelebihan antara kompos padat dengan kompos cair, Setelah melakukan sosialisasi maka masyarakat mencoba untuk melakukan sendiri ( membuat kompos cair ), dan hasilnya akan diaplikasikan langsung pada lahan yang telah kami siapkan sebelumnya.

Dari hasil sosialisasi dan evaluasi selama pengabmas didapatkan hasil ternyata dari 20 ibu rumah tangga yang mendapatkan sosialisasi pembuatan komposter masih ada sebagian belum sepenuhnya bisa membuat kompos dengan benar karena masih mencampurkan sampah-sampah non organik dengan bahan organik.

Kegiatan pengenalan alat pembuat kompos ( Komposter ) harus lebih intensif dan digiatkan mengingat masyarakat masih banyak yang belum tau cara membuat kompos yang benar. Dengan pemanfaatan sampah dapur menjadi kompos maka masyarakat turut berpatisipasi dalam perbaikan lingkungan dan mengurangi jumlah volume sampah yang di buang ke TPA. Untuk memaksimalkan Pengabdian Masyarakat ini maka evaluasi dan monitoring harus terus dilakukan sehingga masyarakat menjadi lebih terbiasa

Kata Kunci : Komposter, Kompos Cair, Minimalisasi Sampah Rumah Tangga

Leave a Reply