EFEKTIFITAS DISKUSI KELOMPOK TERARAH (DKT) 3M DAN FOGGING FOKUS TERHADAP KEPADATAN JENTIK AEDES AGYPTI DI KOTA MAKASSAR, KABUPATEN MAROS DAN KABUPATEN TANA TORAJA TAHUN 2016

Oleh : Ashari Rasjid1, Samuel Layuk2, Zaenab1   (1. Poltekkes Kemenkes Makassar, 2. Poltekkes Kemenkes Pontianak)

Demam berdarah Dengue atau dikenal dengan DBD merupakan salah satu masalah kesehatan utama secara global, dimana lebih 100 negara dan 2,5-3 Milyar manusia (40%) penduduk dunia berisiko terkena penyakit ini. DBD merupakan penyakit menular yang disebabkan virus dengue yang ditularkan dari satu orang ke orang lain oleh nyamuk Aedes aegepty (Ae) dari stegomya Ae.aegypti merupakan vektor epidemi yang terpenting, sementara Ae. Albopictus sebagai vector sekunder.

Penelitian ini secara umum bertujuan Untuk menganalisis efektifitas Fogging Fokus dan Diskusi Kelompok Terarah (DKT) 3M  terhadap penurunan densitas jentik nyamuk Aedes aegepty dan perubahan pengetahuan dan perilaku masyarakat di wilayah  Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Tana Toraja. Studi penelitian yang digunakan bersifat Eksperimen Semu (Quasi Experiment), yang bertujuan untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu di lapangan (Notoatmodjo,2005). Penelitian ini adalah mencakup KK yang ada di wilayah Kecamatan endemis  dengan kriteria KK yang anggota keluarganya pernah terjangkit DBD dan KK yang anggota keluarganya belum pernah terjangkit penyakit DBD dengan kriteria tinggal berdekatan dengan keluarga yang pernah terjangkit dengan jarak maksimal 100 M yang dipilih secara acak ( simple random sampling ) sebanyak 40 KK yang terdiri dari 120 KK dari masing-masing kabupaten.

Data yang telah disusun dalam bentuk tabel dianalisis secara statistik untuk membuktikan perbedaan perilaku, pengetahuan masyarakat dan jumlah rumah positif  jentik sebelum dan sesudah perlakuan (Fogging Fokus, DKT 3M). Untuk melihat signifikansi perubahan dalam penelitian yang dilakukan maka digunakan metode McNemar Test

Hasil penelitian menunjukkan nilai untuk tingkat pengetahuan responden perlakuan DKT 3M di Kota Makassar p=1,00 ( p>0,05), dan  perilaku p=1,00 ( p>0,05), sedangkan untuk densitas jentik pada perlakuan DKT 3M dan fogging fokus nilai sama yakni p= 0,00 (p<0,05). Untuk Kab.Maros nilai untuk tingkat pengetahuan responden dengan perlakuan DKT 3M adalah p=1,00 ( p>0,05) sedangkan nilai untuk perilaku p=0,424, untuk densitas jentik pada perlakuan DKT 3M dan Fogging Fokus nilai p=0,00 ( p<0,05 ). Untuk Kab. Tana Toraja tingkat pengetahuan dan perilaku pada responden dengan perlakuan DKT 3M nilai p=1,0 ( p>0,05), perilaku nilai p=0,453 ( p>0,05) dan untuk densitas jentik pada perlakuan DKT 3M adalah p=0,115 ( p>0,05) dan Fogging Fokus p=0,001 (p<0,05).

Disarankan Kepada pemerintah daerah setempat agar senantiasa meningkatan kerja sama dengan warga untuk memutus rantai penularan penyakit demam berdarah dengue dengan cara membersihkan lingkungan untuk menghilangkan tempat perindukan nyamuk. Diharapkan kepada masyarakat agar selalu membersihkan tempat penampungan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk pada lingkungannya masing-masing untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

 Kata Kunci : 3M, densitas jentik, PSN, Aedes aegepty, DBD

Leave a Reply