Sejarah Prodi D-IV

Pada awalnya perguruan tinggi di bawah naungan Departemen Kesehatan RI belum ada dibuka  program studi D.IV termasuk dijurusan kesehatan lingkungan. Program Studi D-IV Kesehatan Lingkungan berdiri berdasar pada SK alihbina Badan PPSDM Kementerian Kesehatan No.DM.02.06/III/3/1933/2012 tanggal 12 Oktober 2012. Adapun mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan, dan sasaran program studi mengacu pada visi, misi, tujuan, dan sasaran Politeknik Kesehatan Makassar yang tercantum dalam Renstra tahun 2013-2017 dan spesifikasi program studi D-IV Kesehatan Lingkungan.

Mekanisme penyusunan visi misi jurusan kesehatan lingkungan dirumuskan melalui Ketua Jurusan kemudian membentuk tim perumus yang melibatkan civitas akademika. Rumusan yang dihasilkan selanjutnya dibahas dan disosialisasikan dalam lokakarya mini antara civitas akademika jurusan dan melibatkan semua stakeholder (Dinas Kesehatan, Rumah Sakit, Puskesmas, Kantor Kesehatan Pelabuhan, BTKL, dan HAKLI) yang ada dilingkungan Program Studi D-IV Kesehatan lingkungan untuk ditanggapi dan dirumuskan secara berama sehingga menghasilkan visi, misi, tujuan, dan sasaran yang baku, dengan harapan bahwa rumusan tersebut dapat dilaksanakan dan diwujudkan sesuai dengan sumber daya yang dimiliki oleh jurusan kesehatan lingkungan. Seperti yang tertuang dalam kurikulum program studi D-IV Kesehatan Lingkungan tahun 2009 dan Kemenkes No. 852/Menkes/SK/IX/2008 mengenai sanitasi lingkungan yang berbasis masyarakat.

Upaya penyebaran/sosialisasi visi dan misi melalui rapat internal tingkat jurusan bagi dosen dan tenaga kependidikan,Pengenalan program studi (PPS) bagi MahasiswaSosialisasi dalam bentuk cetakan tertulis dalam bentuk figura dan dipajang di ruang terbuka jurusan sehingga mudah dilihat dan dibaca oleh civitas akademik, dimuat dalam buku profil dan panduan Jurusan Kesehatan Lingkungan yang diberikan kepada setiap mahasiswa baru secara gratis, di informasikan dalam kegiatan PPS (program pengenalan kampus) oleh Prodi D-IV Kesling, di informasikan pada pelaksanaan PBM pada awal perkuliahan oleh dosen, di informasikan pada saat Bimbingan mahasiswa dengan dosen PA (Pembimbing Akademik) serta dilakuka pula dengan melalui social media (Blog dan Facebook) http://kesling-mks.blogspot.com.

Beberapa persiapan dalam menerapakan sistem informasi antara lain :E-learning diakses melalui web http://elearning.poltekkes-mks.ac.id; E-library diakses melalui web http://perpustakaan.poltekkes-mks.ac.id; dan Sistem informasi akademik diakses melalui web http://sia.poltekkes-mks.ac.id

Sebagaimana diketahui bahwa nama AKL Depkes Makassar dahulu bernama Akademi Penilik Kesehatan dan Teknologi Sanitasi (APK-TS) kemudian berubah menjadi Akademi Penilik Kesehatan (APK) Ujungpandang yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 019/Kep/Diklat/Kes/82 tanggal 4 Maret 1982. Penerimaan mahasiswa angkatan pertama dimulai pada tahun ajaran 1982/1983 dimana kegiatan akdemik dimulai pada bulan Agustus 1982.

Pada awal berdirinya APK di Makassar masih banyak mengalami kendala antara lain terbatasnya ruang kuliah, peralatan laboratorium dan sebagainya. Pada waktu itu sebagian perkuliahan dan praktikum dilaksanakan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) yaitu dengan bekerja sama beberapa Fakultas antara lain Fakultas Kedokteran, MIPA, Pertanian, dan Teknik. Sebagai upaya untuk meningkatkan dan menyempurnakan jalannya pendidikan terus dilakukan terutama menyangkut dengan kegiatan belajar mengajar, usaha tersebut antara lain dengan meningkatkan dan mendayagunakan sarana dan fasilitas yang ada seperti ruang kelas untuk perkuliahan, laboratorium, bengkel kerja, dan perpustakaan pada Sekolah Pembantu Penilik Higiene (SPPH) Makassar. Sehingga mulai tahun ajaran 1984/1985 semua kegiatan praktikum dapat dilaksanakan di kampus SPPH Makassar.Dengan demikian kegiatan belajar mengajar pada APK Makassar dapat berjalan lebih lancar dan telah menghasilkan lulusan.Jumlah lulusan APK sampai dengan tahun ajaran 1986/1987 sebanyak 420 orang. Para lulusan umumnya telah diangkat menjadi pegawai dan bekerja pada berbagai instansi kesehatan di wilayah Indonesia bagian timur, karena pendidikan yang dilaksanakan merupakan pendidikan ikatan dinas.

Pola pendidikan pada Akademi Penilik Kesehatan Makassar pada mulanya merupakan pendidikan sarjana muda Kesehatan Lingkungan yang diberi gelar B.Sc. Sejalan dengan kebijaksanaan pemerintah dibidang pendidikan tinggi, maka Departemen Kesehatan telah menetapkan untuk menyesuaikan pola pendidikan tinggi tenaga kesehatan dan pendidikan sarjana muda kesehatan menjadi pendidikan non gelar atau pendidikan Diploma III, khususnya untuk APK ialah pendidikan Diploma III Kesehatan Lingkungan dan kualifikasi lulusannya ialah Ahli Madya Kesehatan Lingkungan.    Hal ini dituangkan dalam surat Keputusan Menteri Kesehatan nomor 867/Menkes/SK/II/tahun 1986 tanggal 28 November 1986. Ketentuan ini mulai berlaku tahun ajaran 1987/1988.Selanjutnya  APK berubah nama menjadi Pendidikan Ahli Madya Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan sejak tanggal 11 Pebruari 1991 berdasarkan surat Keputusan Nomor 095/Menkes/SK/II/1991, kemudian berubah lagi menjadi Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Depkes Makassar dengan surat Keputusan Nomor 232/Menkes/SK/IV/1997 tanggal 10 April 1997.  Saat itu AKL berubah nama menjadi Politeknik Kesehaartan Makassar dengan Jurusan Kesehatan Lingkungan sejak tahun 2001.

Leave a Reply